Jumat, 11 April 2014

Tsaqafah: Harga Diyat Satinah

Satinahh

Pendahuluan 

Sebelum membahas lebih jauh tentang diyat Satinah, yang dibayar oleh pemerintahan Indonesia, karena Satinah divonis oleh Mahkamah Kerajaan Arab Saudi membunuh majikannya, dengan nilai 22 Milyar Rupiah, maka penting dipahami fakta diyat itu sendiri dalam fikih Islam.

Diyat, dalam Mu’jam Lughat al-Fuqaha’, artinya uang tebusan yang wajib dibayar karena menghilangkan nyawa, atau salah satu anggota badan secara utuh.[1] Sedangkan tebusan untuk sebagian anggot badan yang dihilangkan disebut Arsy.[2] Diyat ini ada dua macam, yaitu Diyat Mughalladhah (Diyat Berat), dan Diyat Mukhaffafah (Diyat Ringan).[3]

Minggu, 23 Maret 2014

Renungan Menuju 9 April 2014: Popularitas dan Kapabilitas

Bulan Maret 2014 ini adalah bulan yang mendebarkan bagi sekitar 1,6 juta
aspirasi rakyat
orang yang menjadi calon anggota legislatif (caleg) Pusat maupun Daerah. Pada bulan ini kesibukan mereka pasti makin meningkat. Apalagi menjelang hari pencoblosan 9 April nanti. Inilah waktu tersisa yang mereka punyai sebelum Hari-H. Mereka harus memastikan wajahnya betul-betul dikenal oleh publik di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya. Apa boleh buat, ini pemilihan wakil rakyat yang kontestasinya memang ditentukan oleh tingkat popularitas. Anda mungkin saja punya segudang kemampuan, tetapi kalau tidak populer, jangan harap bisa sukses dalam pertarungan. Sebaliknya, meski kemampuannya pas-pasan, jika populer, mungkin Anda dengan mudah melenggang ke gedung parlemen.

Jumat, 21 Februari 2014

Alhamdulillah, 72% Masyarakat Indonesia Menginginkan Penerapan Syariah Islam

Alhamdulillah, berdasarkan survey SEM Institute, menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia (72 persen) menginginkan syariah Islam diterapkan di berbagai aspek kehidupan termasuk dalam berbangsa dan bernegara.
72 persen masyarakat sepakat syariah
Download Exsum Survey Syariah 2014
“Ini menunjukkan hasil dakwah yang kongkret yang berhasil melawan arus sekularisasi di Indonesia,” ungkap ahli statistik SEM Institute, Kusman Sadik, kepada wartawan, Rabu (19/2) di Jakarta.

Jumat, 14 Februari 2014

Khutbah Jumat: Gapai Berkah, Jauhi Riba

------------------------------------------------------------------------------------------------
Khutbah Pertama:

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ الله تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
وَقَال اَيٍضًا : يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada hadirat Allah Swt. Atas limpahan karunia dan hidayah-Nya kita dapat melaksanakan sholat Jumat ini dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua, Nabi Agung, Muhammad Saw, juga kepada para keluarganya, para sahabatnya serta semoga kita termasuk umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat.