Senin, 03 November 2014

Musuh Bersama

Dalam benak kita, sebagai seorang muslim, kadang kita berfikir kenapa umat Islam saling gontok-gontokan? Sulit dipersatukan? Padahal, kejayaan umat ini ada dalam persatuan, sebagaimana sejarah telah menunjukkannya. Bahkan kita kadang heran dengan banyaknya organisasi Islam yang seolah-olah tidak bisa duduk bersama. Tulisan di bawah ini insyaAllah cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Pada 1 Oktober lalu, MUI Pusat menyelenggarakan acara yang diberi titel Halaqah Kebangsaan: “Mewaspadai Gejala Kebangkitan Komunisme Gaya Baru di Indonesia”. Hadir sebagai pembicara dalam acara yang dihadiri oleh banyak tokoh dari berbagai ormas Islam tingkat pusat itu Dr. Salim Said (pengamat), KH Hasyim Muzadi (mantan Ketua Umum PB NU), Mayjen Dr. Anton Tabah (Staf Ahli Kapolri) dan Mayjen Setyo Sularso (Kepala Staf Kostrad). Banyak indikasi yang dikemukakan oleh para pembicara tentang gejala kebangkitan Komunisme Gaya Baru (KGB). Namun, karena waktu sempit, forum itu tidak cukup untuk merumuskan secara apik apa yang dimaksud dengan KGB itu, apa pula visi dan misinya dalam usaha mereka bangkit lagi setelah sekian puluh tahun dijadikan musuh bersama oleh bangsa ini.

Selasa, 07 Oktober 2014

Defensif - Apologetik

Menyusul pemberitaan media massa cetak, elektronik dan on-line yang cukup masif tentang kontroversi sepak terjang ISIS, mencuat lagi monsterisasi terhadap sejumlah simbol dan ajaran-ajaran Islam.
Syariah Ajaran Islam, Kok ditolak?

Monsterisasi simbol dan ajaran Islam bukanlah baru kali ini terjadi. Sebelumnya, pada masa Orde Baru ada istilah Komando Jihad, disingkat Komji. Istilah ini disematkan kepada kelompok yang dituding melakukan penentangan terhadap Pemerintah. Lalu, setiap kali ada tokoh atau kelompok Islam yang kritis terhadap Pemerintah, mereka lantas dengan mudah disebut kelompok Komji. Siapa saja yang sudah dicap sebagai anggota Komji, jangan harap akan selamat dari kejaran pihak berwajib. Walhasil, Komji seperti keranjang yang dijadikan penampungan siapa saja yang dianggap berlawanan dengan pemerintahan Orde Baru, yang pada tahun 80-an itu memang dirasakan sangat represif terhadap umat Islam.

Monsterisasi tak lain bertujuan untuk menimbulkan rasa takut di kalangan umat. Dengan tindakan pemerintahan Orde Baru yang begitu represif, siapa saja ketika itu tentu tidak ingin dicap sebagai anggota Komji. Akibatnya, umat menjauh dari hal-hal yang sekiranya bisa diasosiasikan dengan Komji. Akibat lebih jauh, istilah jihad menjadi terasa asing dan menakutkan.